Gejala Kencing Nanah

Penyakit kencing nanah mudah sekali dikenali. Pada pria, tentu didahului oleh riwayat “jajan” atau “campur” dengan wanita yang sedang mengidap penyakit kencing nanah (bisa juga ditularkan kepada istri sendiri).

Penyakit kencing nanah pada wanita sering sekali tanpa keluhan apa-apa. Nanah pun tidak pernah keluar sehingga tidak merasa jika sedang mengidap penyakit kencing nanah. Keadaan serupa ini tentu sangat membahayakan karena berarti rantai penularan antar suami-istri tidak terputus. Istri menjadi pusat penularan tersebunyi bagi suaminya.

Kuman Yang Kebal

Kencing nanah disebabkan oleh kuman. Kuman ini gemar sekali hidup di selaput lendir tubuh manusia. Biasanya selaput lendir kemaluan, baik pria maupun wanita, terutama selaput lendir saluran kemih bagian bawah (urethra).

Di sana kuman bersarang dan berkembang biak sehingga terjadi peradangan yang akan menimbulkan keluhan nyeri panas atau gangguan dalam berkemih. Ini merupakan gejala awal serangan kencing nanah yang timbul dalam minggu-minggu pertama setelah kontak dengan penderita kencing nanah lewat hubungan intim.

Ada beberapa cara bibit penyakit ini mempertahankan dirinya agar tetap dapat hidup. Demikian pula dengan tabiat kuman kencing nanah ini, yang dapat diambil dari nanah yang keluar dari liang kemih, diberi pewarnaan khusus dan tampak di bawah mikroskop.

Pemakaian obat (kapsul) antibiotika secara bebas akan membuat populasi kuman menjadi kebal terhadap pengobatan yang lazim digunakan. Hal ini disebabkan cara menggunakan obat (kapsul) yang sering terjadi dalam masyarakat tidak mengikuti aturan, terutama dalam hal takaran.

Gejala Kencing Nanah

Pada pria, gejala awal kencing nanah biasanya timbul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi. Gejalanya berawal sebagai rasa tidak enak pada uretra dan beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika berkemih serta keluarnya nanah dari penis. Sedangkan pada wanita, gejala awal biasanya timbul dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi.

Penderita seringkali tidak merasakan gejala selama beberapa minggu atau bulan, dan diketahui menderita penyakit tersebut hanya setelah pasangan hubungan seksualnya tertular. Jika timbul gejala, biasanya bersifat ringan. Tetapi beberapa penderita menunjukkan gejala yang berat, seperti desakan untuk berkemih, nyeri ketika berkemih, keluarnya cairan dari vagina, dan demam. Infeksi dapat menyerang leher rahim, rahim, saluran telur, indung telur, uretra, dan rektum serta menyebabkan nyeri pinggul yang dalam ketika berhubungan seksual.

Wanita dan pria homoseksual yang melakukan hubungan seks melalui anus (anal sex) dapat menderita kencing nanah pada rektumnya. Penderita akan merasakan tidak nyaman di sekitar anusnya dan dari rektumnya keluar cairan. Daerah di sekitar anus tampak merah dan kasar, serta tinjanya terbungkus oleh lendir dan nanah.

Hubungan seksual melalui mulut (oral sex) dengan seorang penderita kencing nanah biasanya akan menyebabkan kencing nanah pada tenggorokan (faringitis gonokokal). Umumnya infeksi tersebut tidak menimbulkan gejala, namun kadang-kadang menyebabkan nyeri tenggorokan dan gangguan untuk menelan.

Jika cairan yang terinfeksi mengenai mata, maka bisa menyebabkan terjadinya infeksi mata luar (konjungtivitis kencing nanah). Bayi yang baru lahir juga bisa terinfeksi kencing nanah dari ibunya selama proses persalinan sehingga terjadi pembengkakan pada kedua kelopak matanya dan dari matanya keluar nanah. Jika infeksi itu tidak diobati, maka akan menimbulkan kebutaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>